Are you the publisher? Claim or contact us about this channel


Embed this content in your HTML

Search

Report adult content:

click to rate:

Account: (login)

More Channels


Showcase


Channel Catalog


Channel Description:

Talk about Tech, Startup, Gadget, Travel, and My Daily Life
    0 0
  • 10/24/16--19:00: I’m back
  • Halo pembaca setia blog Ardisaz. Lama tidak berjumpa di sini. Hampir sebulan saya tidak update blog maupun tidak membalas komentar yang ditinggalkan di blog ini. Bulan Oktober ini memang lagi super padat, tapi tentu saja itu bukan excuse yang cukup. Biasanya pun sepadat apapun jadwal, saya tetap meluangkan diri untuk menulis. Selain bulan ini saya banyak keluar kota (minggu lalu dari Makassar dan kemarin baru saja dari Surabaya), sedang mengejar release game, dan juga kesibukan lainnya, saya sedang mengejar ketertinggalan “waktu tayang” di vlog channel Youtube Supercoollife dan sedang cukup aktif mengupdate channel Ardisaz. Yup, bukan berarti tidak menulis di sini saya berhenti untuk mengupdate konten, tapi memang medianya saja yang berbeda. Dan media video ini jauh lebih tricky daripada media tulisan karena prosesnya cukup panjang mulai dari ambil footage, editing, rendering, hingga uploading. baca juga : Blog Atau Vlog? Untuk channel Supercoollife, saat ini timelinenya sudah cukup terkejar. Tinggal dua event lagi diupload untuk mengikuti timeline yang sesungguhnya. Kalau kemarin-kemarin itu bisa telat 2-3 bulan videonya :p Lalu untuk channel Ardisaz, karena kemarin ini saya banyak ikut event, jadi cukup ada dorongan untuk menyajikan liputannya dalam bentuk video. Alhasil, blog ini jadi cukup terlantar. Awalnya saya kepikiran apa udah aja [...]

    jurnalardisazjurnalardisaz

    0 0
  • 10/28/16--19:00: Pakai Pomade
  • Halo-halo pembaca setia blog Ardisaz😀 Kali ini saya mau cerita tentang topik yang jarang saya bahas di blog yakni soal fashion. Dulu waktu SMP saya termasuk anak yang stylish. Era itu, rambut model spike lagi happening banget. Demi menciptakan rambut yang berdiri-berdiri gitu, tentu butuh menggunakan gel rambut. Tapi ketika mulai masuk SMA dan kuliah, saya cenderung semakin cuek dengan penampilan. Bukan yang super cuek juga sih, tapi lebih ke males repot-repot mikirin penampilan. Jangankan buat mikirin rambut, buat baju aja saya gak mikir. Saya cuma ambil baju apa yang ada di posisi paling atas lemari pakaian. Makanya saya sering banget denger komentar “kok pakai bajunya ini terus.” Ada juga yang komentar katanya saya mirip Steve Jobs atau Mark Zuckerberg yang pakai bajunya sama terus. Padahal mah saya cuma tahu apa yang di bagian paling atas, itu yang saya ambil. Makanya istri saya kadang suka iseng merotasi baju di lemari pakaian saya biar gak itu-itu terus yang diambil :p baca juga : Jarang Menggunakan Kemeja Pekerjaan saya yang di lingkungan startup pun membuat saya jadi semakin tidak perlu pusing-pusing tentang penampilan. Di kantor juga anak-anak kaosan, celana pendekan, pokoknya santai semua. Saya aja cuma punya kemeja dikit sekali (dan itu pun [...]

    pakai-pomadeardisazPomade UbersuaveSebelum berpomadeSetelah Berpomadepakai-pomadeardisazPomade UbersuaveSebelum berpomadeSetelah Berpomade

    0 0

    Beberapa bulan ke belakang, Arsanesia kebetulan lagi sering ikut lomba. Berkat ada Dicoding, kita jadi bisa terus dapet update informasi berbagai lomba untuk para developer. Kita sempet juara dua Compfest di UI, finalis Samsung Indonesia Next App 3.0, Juara 1 Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest, dll. Biasanya para finalis akan diminta untuk melakukan presentasi di depan dewan juri. Nah, saya ingin sedikit share beberapa tips untuk mempersiapkan presetansi untuk penjurian. Sebelum itu, saya di sini tidak membahas bagaimana membuat ide/produk yang bisa menjuarai perlombaan. Dengan asumsi kamu sudah mempersiapkan pitch deck untuk penjurian, berarti produk kamu sudah diantara yang terbaik. Tinggal gimana kamu menyajikan ide/produk yang kamu lombakan dengan presentasi di depan para juri. Saya akan coba share faktor-faktor apa saja yang sebaiknya perlu kamu perhatikan sebelum membuat pitch deck (materi presentasi) untuk nanti dipresentasikan. baca juga : Hukum Lingkaran Emas Yang pertama, pelajari visi, tema, dan tujuan dari lomba yang kamu ikuti. Semisal ada acaranya kompetisi bisnis, maka presentasi yang perlu kamu tonjolkan adalah dari sisi bisnisnya. Lalu beda lagi kalau kompetisinya dari sisi pemanfaatan teknologi, maka yang perlu ditonjolkan adalah inovasi teknologi yang kita gunakan. Atau ada juga yang tujuan utamanya adalah impact sosial, maka di sini kamu menunjukan [...]

    itardisazitardisaz

    0 0
  • 12/05/16--22:40: Rekap Seminggu Yang Lalu
  • Halo kembali para pembaca setia Ardisaz.com. Jadi sekitar seminggu ke belakang ini saya lagi gak sempet untuk update nih, baik blog atau vlog. Karena selama beberapa hari ini, kebetulan lagi super padat dan sibuk sekali jadwalnya. Mau nulis masing-masing ceritanya aja gak sempet. Padahal ada banyak hal menarik yang mau di-share. Jadi sekarang paling update aja secara general kegiatan seminggu ke belakang. Nanti baru ke depan saya coba bahas lebih dalam klo ada topik-topik yang menarik yah. Highlightnya kita mulai dari tanggal 23 November yah. Jadi minggu itu, saya lagi sibuk-sibuknya nyiapin stand untuk Bekraf Game Prime. Sebuah expo dan tolak ukur industri game di Indonesia yang menjadikan misi tersendiri bagi kami di Arsanesia/Arsa Kids untuk tampil all out. Kebetulan ada sedikit problem sehingga kepastian dapat stand baru menjelang hari H sehingga agak hectic mempersiapkan berbagai kebutuhan. Saya bertanggung jawab untuk cari vendor untuk dekor stand dengan harga paling ekonomis sehingga di hari Rabu itu saya ubek-ubek sana-sini coba survey. baca juga : Bekraf Game Prime 2016, Milestone Penting Industri Game Indonesia Sampai Rabu malamnya, masih belum dapat yang harganya paling murah, padahal acara udah minggu depan. Rabu malamnya, saya diminta mengisi acara komunitas Gamedev Bandung. Acara ngariung yang diadakan rutin dua [...]

    jurnalardisazjurnalardisaz

    0 0
  • 12/06/16--19:56: Waktu Bermain Game
  • Dulu saya merupakan pecinta console game. Pertama kali saya main console itu Super Nintendo dengan Mario Brosnya. Lalu masuk era Sega, Play Station, Nintendo 64, dan Play Station 2. Setelah itu, saya mulai masuk SMA dan kuliah dimana aktivitas saya sudah jauh lebih padat sehingga tidak sempat lagi main game console. Dulu padahal saya bisa menghabiskan hari hingga dini hari bermain game console, entah itu game RPG atau game-game ringan. Di akhir perkuliahan, saya sempat mulai kembali ke dunia hardcore gaming dengan bermain World of Warcraft. Rasanya seperti nostalgia bisa menghabiskan waktu dengan bermain game. Oh ya, kalau game-game casual di handphone yang durasi bermainnya sekitar 10 menit sekali main sih saya masih sering main ya. Tapi ini konteksnya adalah meluangkan waktu untuk bermain game yang lebih “berat” dan menikmati waktu untuk bermain. baca juga : Merindukan Weekend Mager Ketika sudah menikah pun saya masih punya waktu untuk main game. Biasa saya dan istri sebelahan, saya main WoW dan istri main the Sims di laptop masing-masing. Namun ketika sudah punya anak, waktu luang untuk bisa dihabiskan semakin terbatas. Bukan hanya karena klo ada waktu kosong lebih memilih untuk dihabiskan bersama anak, tapi juga karena kesibukan yang juga semakin padat yang membuat [...]

    jurnalardisazjurnalardisaz

    0 0
  • 12/27/16--18:00: Refocus
  • Saya teringat dengan momen hari pertama saya berkuliah di ITB. Kala itu, ada salah satu sesi ospek berupa linkar diskusi bersama mentor. Ada sebuah celetukan yang isinya tips sederhana agar bisa survive di ITB yang disampaikan oleh salah satu pemateri. Beliau berkata, ada mitos di ITB yang namanya hukum segitiga. Kita harus pilih dua dari tiga, 1. Akademik, 2. Organisasi, dan 3. Pacar/Sosial Life. Katanya, klo dia IP nya bagus, terus punya pacar/sering gaul, pasti gak aktif di organisasi kampus. Kalau dia banyak ikut organisasi dan anaknya seneng hangout, pasti IP nya anjlok. Kalau dia IP nya bagus dan aktif organisasi, pasti jomblo. Itu merupakan sebuah nasihat yang mungkin setengah bercanda tapi berhasil meletupkan semangat saya untuk memecahkan mitos tersebut. Singkat cerita, saya lulus tepat waktu, dengan IP cumlaude, menjadi aktivis kampus, bisa hangout dengan temen-temen, pacar masih awet (bahkan sampai jadi istri), dan ditambah lulus udah punya perusahaan sendiri. Dari dulu saya selalu tertantang untuk bisa menguasai banyak hal tanpa mengorbankan hal yang lain. Mungkin emang bukan jadi yang nomer satu, tapi masih dalam matriks yang bagus. Gak yang karena ngejer itu semua, akhirnya gak ada satupun yang berhasil. baca juga : Kehilangan Momentum Sampai saat ini pun saya masih [...]

    jurnalardisazjurnalardisaz

    0 0

    Bulan Januari sudah memasuki akhir tapi saya baru sempat post resolusi tahun 2017 sekarang :p Tapi gak masalah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Awal tahun ini biasanya waktu yang paling tepat untuk membuat milestone baru dan target yang ingin kita capai dalam jangka panjang (satu tahun). Tak hanya itu, awal tahun merupakan milestone saya dalam menulis di blog. Tahun ini merupakan tahun ke-8 saya menjadi blogger. Tahun 2016 yang lalu saya sempet terbagi fokus dengan blog lain dan juga vlog sehingga mungkin frekuensi ngeblog di sini jadi berkurang. Lalu beberapa bulan ke belakang saya juga mengalami kemunduran dari sisi produktifitas menulis dikarenakan banyak kesibukan lainnya. Tapi saya yakin sih di tahun ini bisa lebih memperbaiki habit lagi, apalagi saya juga sudah mulai menentukan fokus yang lebih tajam agar semua target saya tercapai dengan baik. baca juga : 7 Tahun Ngeblog dan Mari Set Target Di Tahun 2016 Ngomong-ngomong tentang habit, ada tiga resolusi tahun 2017 yang berhubungan dengan habit atau kebiasaan. Untuk mengubah kebiasaan bukanlah hal yang mudah. Tapi kalau kita tahu bagaimana kebiasaan itu terbentuk, kita tahu bagaimana cara untuk mengubahnya. Kebetulan saya sedang membaca sebuah buku tentang habit yang mungkin nanti akan saya share juga resensinya di sini :). Singkat [...]

    jurnalardisaz2016122622064120161226220753picture-2jurnalardisaz2016122622064120161226220753picture-2

    0 0
  • 02/06/18--19:00: Mempersiapkan Financial Plan
  • Dulu saya selalu kesulitan untuk mengalokasikan uang yang saya dapatkan dengan benar. Cukup dengan menyisihkan sebagian uang untuk ditabung rasanya sudah puas. Namun ternyata setelah saya tahu ilmunya, merancang rencana keuangan sangat lah penting. Dan semakin awal kita mempersiapkannya, akan semakin ringan proses kita untuk mencapai goal-goal yang kita inginkan. Berhubung saat ini saya sudah memiliki anak, tahun 2018 ini saya dan istri berniat untuk membuat financial plan yang lebih baik. Tentu untuk mendapatkan hasil terbaik, kita harus berkonsultasi dengan orang yang ahli di bidang ini. Setelah googling dan tanya sana-sini, akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan konsultan dari QM Financial. Tahap awal, kami diminta mengisi sebuah dokumen excel yang datanya cukup lengkap untuk mengecek kesehatan keuangan kita. Untungnya, dari tiga bulan sebelum kami konsultasi, saya dan istri sudah mencatat cash flow kami dengan sangat detil. Klo saya sendiri sudah terbiasa sejak lama mencatat seluruh pengeluaran menggunakan aplikasi mobile. Dengan adanya data tersebut, kami bisa lebih mudah untuk mengisi data cash flow dengan baik. Dari data itulah nanti konsultan akan menentukan apakah kondisi keuangan kita sudah sehat atau belum. Kalau belum sehat, kita tidak akan bisa membuat plan tapi fokus ke memperbaiki kondisi finansial kita dulu. Indikator sehat atau tidak itu [...]

    Membuat financial planardisazMembuat financial planardisaz

    0 0
  • 01/01/19--19:58: Aiming For 2019
  • Pergantian tahun biasanya menjadi momen yang paling pas untuk membuat habit baru. Jujur, tahun lalu time management saya agak berantakan karena sempat kehilangan momentum di awal tahun. Tapi tidak masalah. Yang penting kita siapkan 2019 untuk membangun kembali momentum agar bisa menjalankan time management dengan baik. Di awal tahun ini, biasaya saya akan coba reorganize banyak hal. Reorganize notes-notes di Evernote, reorganize todolist jangka pendek hingga jangka panjang di todoist, rapih-rapihin calendar, recheck goal, whislit, dan target tahun 2018, dan lain-lain. Dengan melakukan itu, kita bisa memulai tahun dengan lebih clean karena semua tools yang mungkin agak chaos karena tidak sempat terurus menjadi berantakan. Contoh berantakan itu misalnya notes di Evernote tidak terkatogerisasi dengan baik atau ceklis-ceklis di todoist banyak yang sudah basi. Yang paling rutin saya lakukan bersama istri adalah recheck goal, terutama financial goal (berhubung tahun lalu sempat pakai jasa financial planner utk bantu alokasi). Alhamdulillah untuk wishlist banyak yang sudah terceklis cuma emang ada alokasi dana tahunan yang gak pada tempatnya. Tapi yang gak pada tempatnya itu untuk hal yang sifatnya tersier kok kayak dana liburan dan dana ganti mobil :p Kalau yang penting-penting gak boleh luput. Untuk tahun 2019 ini, saya ingin merapihkan lagi time management [...]

    ardisazardisaz

    0 0

    Tahun lalu, saya sekeluarga pernah terkena gempa bumi ketika sedang berlibur di Bandung. Waktu itu kita bertiga langsung aja spontan keluar, ambil kunci, handphone, dan dompet lalu langsung evakuasi. Untungnya gempanya tidak parah sehingga sekitar satu jam kemudian, kami sudah boleh kembali ke kamar (yang untungnya posisinya tidak begitu tinggi). Lalu semenjak itu, saya mulai banyak menemukan artikel tentang bags out atau Emergency Survival Bag (ESB). Tujuan dari ESB adalah agar ketika kondisi darurat, kita gak perlu mikir bawa apa-apa lagi, cukup ambil tas tersebut dan bergegas evakuasi. Niat tersebut lama terkubur karena sepertinya lumayan banyak juga item yang perlu disiapkan untuk kondisi paling buruk. Tapi beberapa bulan ke belakang ini, Indonesia sedang dilanda banyak musibah mulai dari gempa bumi hingga tsunami. Menyadari bahwa tempat saya tinggal ini berada di lempeng tektonik yang sewaktu-waktu bisa terkena musibah besar ditambah dengan penanganan musibah di Indonesia yang masih sangat minim sekali, saya akhirnya meniatkan diri untuk memulai membuat ESB. Saya mulai googling-googling tentang ESB, searching-searching kondisi di penampungan, hingga mempelajari case terburuk yang bisa terjadi ketika terkena musibah dimana tempat kita berada terisolasi dari akses bantuan. Ada juga yang menyediakan layanan pembuatan paket ESB instan, bahkan ada yang bikin set untuk survival [...]

    review template copyardisazreview template copyardisaz